Olahraga

Mengapa Islam Makhachev Menolak Pertarungan Melawan Ilia Topuria, Takut Kalah?

Mengapa Islam Makhachev Menolak Pertarungan Melawan Ilia Topuria, Takut Kalah?

Ilia Topuria menjadi pusat perhatian setelah mengungkapkan keinginannya untuk menantang Islam Makhachev di kelas ringan UFC. Petarung asal Spanyol yang belum terkalahkan ini baru saja naik kelas setelah berhasil menyabet gelar juara di divisi bulu, termasuk mengalahkan dua nama besar: Alexander Volkanovski dan Max Holloway. Dengan keyakinan yang tinggi, Topuria berharap bisa segera mendapatkan kesempatan bertarung untuk merebut sabuk juara melawan Makhachev pada pertengahan tahun ini, tepatnya di ajang UFC 317. Namun, rencana tersebut langsung menghadapi kendala besar karena Makhachev dan timnya tidak menunjukkan ketertarikan terhadap tantangan ini.

Penolakan salah satunya datang dari Khabib Nurmagomedov, pelatih sekaligus mentor Makhachev. Menurut Khabib, Topuria belum layak langsung menantang sabuk juara di kelas ringan karena belum teruji di divisi tersebut. Walaupun memiliki rekor sempurna 16-0 dengan dominasi KO dan submission, Topuria baru mencoba kelas ringan ketika melawan Jai Herbert pada tahun 2022 – pertarungan yang dimenangkannya. Namun setelah itu, ia kembali ke kelas bulu dan sekarang baru memutuskan untuk naik kelas secara permanen. Khabib berpendapat bahwa Topuria harus terlebih dahulu menghadapi beberapa petarung top lightweight seperti Arman Tsarukyan, Beneil Dariush, atau bahkan Justin Gaethje, sebelum layak diberi kesempatan menghadapi Makhachev.

Di sisi lain, Makhachev sendiri tidak sepenuhnya fokus mempertahankan gelarnya di kelas ringan. Ia justru memiliki ambisi besar untuk naik ke kelas welter guna membuktikan diri sebagai petarung sejati di dua divisi. Keinginan ini juga didorong oleh kritik yang menilai kemenangan Makhachev belum cukup mengesankan karena dua kali mempertahankan gelar melawan Alexander Volkanovski, yang notabene berasal dari kelas bulu. Pertarungan lainnya melawan Renato Moicano juga dianggap kurang ideal karena Moicano merupakan pengganti dadakan. Dengan latar belakang tersebut, Makhachev kini menanti hasil pertarungan antara Belal Muhammad dan Jack Della Maddalena di UFC 315. Jika Belal kalah, maka jalan menuju kelas welter terbuka lebar.

Kondisi ini membuat Makhachev hampir mustahil bertarung di kelas ringan pada pertengahan tahun ini. Artinya, UFC harus mempertimbangkan lawan lain untuk Topuria jika ingin mempertahankan momentum sang petarung. Meski demikian, Topuria tetap teguh mengejar Makhachev. Dalam penampilannya di podcast Joe Rogan Experience, Topuria menegaskan bahwa ia tidak peduli dengan penolakan Makhachev dan siap menunggu sampai pertarungan itu terwujud. “Saya akan duduk sampai Anda harus melawan saya. Saya di sini. Anda tidak dapat terus menghindari saya,” kata Topuria dengan nada menantang.

Tekad kuat Topuria menunjukkan bahwa duel ini belum sepenuhnya tertutup. Namun hingga saat ini, UFC masih menyimpan kartu untuk menentukan arah pertarungan mereka. Jika Jack Della Maddalena menang dan Makhachev benar-benar naik ke kelas welter, kesempatan Topuria mendapatkan sabuk juara kelas ringan melalui skenario lain pun terbuka. Tapi jika Makhachev bertahan di kelas ringan, tekanan publik dan rekor sempurna Topuria bisa menjadi faktor pendorong UFC untuk akhirnya merancang duel yang selama ini ditolak. Untuk saat ini, Topuria harus bersabar dan terus menjaga rekor tak terkalahkannya hingga waktu yang tepat tiba.