Kerusuhan di Los Angeles: Dua WNI Ditahan, Salah Satunya Dicap ‘Terburuk’
Kerusuhan di Los Angeles: Dua WNI Ditahan, Salah Satunya Dicap ‘Terburuk’
LOS ANGELES – Pihak Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) telah menangkap 118 individu dalam operasi di Los Angeles sejak Jumat lalu, yang menimbulkan kerusuhan. Dari penangkapan tersebut, dua di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).
Namun, laporan media lokal mengindikasikan bahwa beberapa orang telah ditangkap sebelum operasi itu dimulai.
Kedua WNI yang ditahan oleh ICE adalah seorang wanita berusia 53 tahun berinisial ESS dan seorang pria berumur 48 tahun berinisial CT.
Konsulat Jenderal Indonesia di Los Angeles telah mengonfirmasi penahanan dua WNI tersebut dalam operasi ICE, badan di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat.
“ESS ditahan karena statusnya yang tidak berdokumen, sementara CT ditahan karena pelanggaran narkotika sebelumnya dan masuk secara ilegal,” demikian pernyataan dari misi diplomatik Indonesia.
Menurut DHS, dari ratusan yang ditahan, ada 12 orang yang dianggap “terburuk dari yang terburuk” karena memiliki catatan kriminal sebelumnya.
DHS telah mengeluarkan daftar 12 orang ini, termasuk satu WNI. Berikut rinciannya sebagaimana dilaporkan oleh Long Beach Post, Selasa (10/6/2025).
1. Victor Mendoza-Aguilar (32), warga negara Meksiko.
ICE menyatakan bahwa Mendoza-Aguilar telah dijatuhi hukuman lebih dari dua tahun penjara dan empat tahun penjara atas dakwaan terkait penyerangan dengan senjata mematikan, menghalangi petugas publik, serta pelanggaran lainnya di Pasadena. Tidak jelas kapan dakwaan atau hukuman tersebut dijatuhkan. Catatan Departemen Sheriff Los Angeles County menunjukkan bahwa Mendoza-Aguilar ditangkap pada bulan Desember 2024 di Pasadena.
2. Delfino Aguilar-Martinez (51), warga negara Meksiko.
ICE menyatakan bahwa Aguilar-Martinez telah dihukum karena penyerangan dengan senjata mematikan dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara. Catatan Departemen Sheriff Los Angeles County menunjukkan bahwa dia ditangkap di Signal Hill pada bulan Maret tahun ini dan dihadapkan ke pengadilan pada bulan April.
