Pendidikan

Mengatasi Banjir dengan Inovasi Buku Digital di SDN Tambakrejo 1 Semarang

JAKARTA

Ini adalah kisah inspiratif dari Tri Sugiyono, Kepala Sekolah SDN Tambakrejo 1 Semarang, yang berinovasi dengan menciptakan Sudut Baca Digital (Subadi). Ini adalah solusi untuk sekolah yang sering terkena banjir, di mana buku-buku di perpustakaan menjadi rusak.

SDN Tambakrejo 1 Semarang sering kali terkena banjir. Bukan hanya merusak fasilitas, tetapi juga menyebabkan buku-buku yang menjadi sumber ilmu bagi anak-anak menjadi rusak, sobek, dan hilang.

Meski demikian, semangat untuk belajar tetap ada. Di bawah kepemimpinan Tri Sugiyono, M.Pd., SDN Tambakrejo 01 tetap berdiri teguh. Budaya literasi yang telah dibangun dengan susah payah tidak dibiarkan hancur oleh tingginya air banjir.

Bagi Tri Sugiyono, menghadapi tantangan dan masalah adalah bagian dari perjalanan panjangnya di dunia pendidikan. Mulai berkarier sebagai guru di SDN Kemijen 01 dan SDN Sarirejo (Kartini), ia menapaki jalur pendidikan dengan dedikasi tinggi, kerja keras, dan visi yang jelas.

Berbagai penghargaan telah diraihnya, termasuk sebagai juara Guru Prestasi tingkat Kota Semarang dan menjadi finalis tingkat nasional.

Dalam perjalanan kariernya, Tri juga aktif sebagai Fasilitator PINTAR Tanoto Foundation, memperkuat perannya dalam mendorong perubahan berbasis literasi dan numerasi di sekolah-sekolah.

Ketika pada tahun 2021 ia diberi tugas memimpin SDN Tambakrejo 01, tantangan besar langsung dihadapinya. Banjir tahunan merusak fasilitas, memperburuk rendahnya minat baca siswa, dan melemahkan dukungan masyarakat terhadap sekolah.

Dari kondisi yang membuat buku-buku rusak tersebut, Tri kemudian membuat Subadi-Sudut Baca Digital. “Subadi adalah tempat di mana buku-buku digital hasil karya siswa disimpan dan dapat diakses kapan saja melalui perangkat mereka,” jelas Tri.