Agama

Memaafkan sebagai Jalan Hidup Seorang Muslim

Memaafkan sebagai Jalan Hidup Seorang Muslim

Di dalam agama Islam, memaafkan adalah sebuah ibadah yang sangat dihargai. Hal ini dianggap sebagai amalan yang dimiliki oleh penghuni surga dengan ganjaran pahala yang besar. Oleh sebab itu, seorang muslim dianjurkan untuk memiliki sikap memaafkan dalam menjalani kehidupannya.

Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾ الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seperti langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)

Ibadah memaafkan ini memang tidak mudah dilakukan, sehingga pahalanya pun besar. Ibadah ini tidak bisa dilakukan kapan saja seperti membaca Al-Qur’an atau bersedekah, tetapi hanya bisa dilakukan ketika kita mengalami perlakuan yang tidak adil.

Allah akan mengampuni mereka yang memaafkan. Ini sesuai dengan prinsip “al-jaza’ min jinsil-‘amal”, yang berarti balasan sesuai dengan amal perbuatan. Sebagaimana firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taghabun: 14)