Agama

Alasan Paus Fransiskus Tidak Dimakamkan di Vatikan

Alasan Paus Fransiskus Tidak Dimakamkan di Vatikan

VATICAN CITY – Paus Fransiskus, yang wafat pada Senin Paskah, memutuskan untuk tidak mengikuti tradisi pemakaman Paus di Vatikan. Ia memilih untuk dimakamkan di sebuah basilika yang penuh cahaya daripada di gua-gua Vatikan.

Biasanya, seorang Paus akan dimakamkan di dalam wilayah Kota Vatikan, tepatnya di bawah Basilika Santo Petrus. Namun, Paus Fransiskus akan menjadi Paus pertama dalam lebih dari seabad yang dimakamkan di luar Vatikan. Ia meminta untuk dimakamkan di makam ‘sederhana’ beberapa mil jauhnya, di Basilika Santa Maria Maggiore, atau dikenal juga dengan nama St. Mary Major.

1. Dimakamkan di Seberang Sungai di Kota Roma

Pemakaman Paus Fransiskus diadakan pada hari Sabtu, disaksikan oleh para pejabat tinggi dan kerumunan pelayat di Lapangan Santo Petrus. Jenazahnya kemudian dibawa ke basilika yang terletak di seberang sungai di pusat kota Roma untuk dimakamkan.

“Makamnya harus berada di dalam tanah; sederhana, tanpa hiasan khusus dan hanya bertuliskan: Franciscus,” demikian bunyi surat wasiat Paus yang dirilis oleh Vatikan, sebagaimana dilaporkan oleh BERITA88. Ia juga menyebutkan bahwa biaya pemakamannya akan ditanggung oleh sejumlah uang yang disediakan oleh seorang dermawan.

2. Makam Paus Fransiskus Sangat Sederhana

Walaupun makam Paus Fransiskus akan sangat sederhana, basilika di atasnya bersinar dengan cahaya matahari dan emas. Langit-langitnya terbuat dari kayu berlapis emas, dan cahaya masuk melalui jendela-jendela tinggi untuk menerangi mosaik indah yang menghiasi bagian tengah gereja.

Sejak kematian Paus Fransiskus, para pelayat dan pengunjung berbondong-bondong datang untuk menyaksikan tempat yang sangat disayanginya ini.

Santa Maria Maggiore, yang terletak di atas salah satu dari tujuh bukit tempat Roma kuno dibangun, adalah salah satu dari empat basilika kepausan. Menara loncengnya adalah yang tertinggi di ibu kota Italia, mencapai ketinggian 246 kaki, menjadikannya titik tertinggi di kota tersebut.

3. Sudah Memiliki Ikatan

Legenda mengatakan bahwa Bunda Maria menampakkan diri kepada Paus Liberius dan seorang bangsawan Italia, meminta agar gereja didirikan untuk menghormatinya di lokasi yang akan diungkapkan secara ajaib. Bukit Esquiline di Roma kemudian diidentifikasi sebagai tempat tersebut setelah salju turun di puncaknya pada bulan Agustus 358, di puncak musim panas. Perayaan yang menandai ‘Keajaiban Salju’ masih diadakan di basilika setiap tahun pada tanggal 5 Agustus.

Gereja yang berdiri saat ini dibangun atas perintah Paus Sixtus III pada tahun 431. Mosaik-mosaiknya berasal dari era tersebut, dan bagian dalam gerejanya juga menampilkan tiang-tiang Klasik yang diambil dari bangunan lain, meskipun sekarang terbungkus dalam fasad Neoklasik yang dibangun pada abad ke-18.

Gereja ini memiliki arti khusus bagi Paus Fransiskus, yang sering berkunjung pada Minggu pagi untuk menghormati Bunda Maria. Tujuh Paus lainnya juga dimakamkan di sana di dalam Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia, di mana Paus Fransiskus memilih untuk dimakamkan di makam ‘sederhana’.