Mengapa Putin Incar Pangkalan di Indonesia, Terkait dengan AS
JAKARTA – Pakar Bahas Permintaan Pangkalan Rusia di Indonesia
Menurut laporan dari situs pertahanan internasional, Rusia menginginkan pangkalan tetap untuk jet tempurnya di Papua, Indonesia. Lokasi ini terletak di dekat wilayah utara Australia, sehingga membuat Canberra merasa terganggu.
Di Indonesia, situasi ini memicu ketegangan, terutama akibat persaingan dalam pemilu Australia yang sengit.
Para ahli kebijakan luar negeri dan pertahanan meragukan kemungkinan Indonesia menyetujui permintaan Rusia ini, dan kenyataannya, ini bukanlah isu baru.
Moskow telah berusaha mendapatkan hak pangkalan tetap untuk pesawatnya di bandara Biak, Papua, selama hampir lima dekade, namun permintaan ini belum pernah disetujui.
Tidak ada negara asing yang memiliki pangkalan militer di Indonesia, atau akses permanen ke fasilitas militer di dalam negeri. Indonesia berpegang pada kebijakan luar negeri yang ‘bebas dan aktif’, yang secara konstitusional didasarkan pada non-blok.
Rahman Yaacob, seorang ahli pertahanan dari Lowy Institute Australia, menyatakan kepada media internasional bahwa kemungkinan Indonesia menyetujui permintaan ini sangat rendah atau bahkan mendekati nol.
“Kebijakan luar negeri Indonesia pada dasarnya tidak berpihak,” ujarnya.
Gatra Priyandita dari Australian Strategic Policy Institute juga menyatakan bahwa hal ini bertentangan dengan prinsip Indonesia yang tidak menyediakan pangkalan militer bagi kekuatan asing mana pun.
Meskipun demikian, prospeknya tetap menarik. Indonesia, sebagai negara kepulauan besar di Asia Tenggara, memiliki Papua yang merupakan pintu masuk ke Pasifik. Pangkalan udara Biak hanya berjarak sekitar 1.300 km dari Darwin di Australia utara, di mana terdapat pangkalan militer Amerika Serikat.
