Pangeran William Menyimpan Ketegangan dengan Harry, Siap Hapus Gelar Ketika Jadi Raja
Ketegangan di Kerajaan Inggris: William dan Harry
INGGRIS – Hubungan tegang antara Pangeran William dan Pangeran Harry tampaknya belum berakhir. Berdasarkan laporan terkini, pewaris takhta Inggris ini diduga masih menyimpan rasa kesal yang mendalam terhadap adiknya dan Meghan Markle, terutama terkait pelanggaran protokol kerajaan yang dilakukan pasangan tersebut.
Salah satu insiden yang disebut-sebut memicu kemarahan Pangeran William adalah penggunaan gelar “His/Her Royal Highness” (HRH) oleh Meghan Markle dalam lingkaran sosialnya, meskipun secara teknis gelar itu tetap dimiliki berdasarkan keputusan Ratu Elizabeth II semasa hidupnya.
William dikabarkan sangat terganggu oleh hal tersebut, hingga berharap gelar HRH milik Pangeran Harry bisa dicabut sepenuhnya di masa depan.
Seorang sumber kerajaan mengatakan, “Charles sudah kehilangan kendali penuh atas situasi ini. Harry dan Meghan tampaknya berniat membuat masa akhir pemerintahan ayah mereka menjadi rumit, seperti yang selama ini dikhawatirkan,” dilansir dari Geo TV, Jumat (2/5/2025).
“Meghan sadar betul bahwa Charles tidak akan mengambil tindakan tegas. Namun, situasinya akan berbeda jika William naik takhta. Dia tidak akan tinggal diam. Gelar mereka akan segera dihapuskan begitu ia menjadi raja,” tambahnya.
Untuk informasi, Pangeran Harry dan Meghan Markle secara resmi meninggalkan peran mereka sebagai anggota senior dalam keluarga kerajaan pada tahun 2020. Mereka kemudian pindah ke Amerika Serikat dan menetap di Montecito, California, bersama putra mereka, Pangeran Archie. Pada tahun 2021, mereka menyambut anak kedua mereka, Putri Lilibet.
Pasangan ini sempat mengejutkan publik dengan wawancara eksplosif bersama Oprah Winfrey. Dalam wawancara tersebut, mereka menuduh kerajaan melakukan diskriminasi rasial terhadap Archie dan tidak menyediakan dukungan mental yang diperlukan oleh Meghan.
Sementara itu, Raja Charles III, ayah William dan Harry, dinamika internal keluarga kerajaan tetap menjadi perhatian. Banyak yang percaya bahwa apabila William menjadi raja kelak, ia akan mengambil langkah-langkah tegas terhadap adik dan iparnya, termasuk menyelesaikan “urusan yang belum tuntas” terkait gelar kebangsawanan mereka.


