Berita

Perdagangan Malaysia dengan BRICS Mencapai Rp3.169 Triliun, Sumbang 35% dari Total Ekspor

Perdagangan Malaysia dengan BRICS Mencapai Rp3.169 Triliun, Sumbang 35% dari Total Ekspor

JAKARTA – Volume perdagangan antara Malaysia dan negara-negara BRICS mencatatkan angka luar biasa sebesar 818 miliar ringgit pada tahun 2024, yang setara dengan USD195 miliar atau sekitar Rp3.169 triliun. Angka ini mencerminkan lebih dari 35,2% dari total perdagangan luar negeri Malaysia, sebagaimana dilaporkan oleh BERITA88.

Selain perdagangan, investasi dari negara-negara BRICS di Malaysia mencapai 105 miliar ringgit atau senilai USD25 miliar. Perkembangan ini memungkinkan Malaysia untuk menjangkau pasar internasional yang lebih luas dengan menarik lebih banyak investasi dan modal.

Investasi tersebut sejalan dengan posisi Malaysia sebagai Negara Mitra BRICS bersama dengan 11 negara lainnya, termasuk Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam. Sebelumnya, Indonesia juga berstatus sebagai negara mitra, namun kini telah menjadi anggota resmi BRICS pada tahun 2025.

“Walaupun Malaysia belum menjadi anggota penuh BRICS, negara ini sudah mendapatkan manfaat dari hubungan ekonomi dengan anggota BRICS, karena banyak dari mereka merupakan mitra dagang dan sumber investasi asing yang stabil bagi Malaysia,” ungkap Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagaimana dikutip dari BERITA88, Sabtu (9/8).

Malaysia memperoleh keuntungan dari BRICS sebagai negara mitra aliansi tersebut. Setelah Trump memberlakukan tarif terhadap negara-negara Global Selatan, Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dalam perdagangan dan investasi dengan anggota BRICS.

“Komitmen Malaysia adalah untuk memperkuat sistem perdagangan yang berbasis aturan dan inklusif. Bersama-sama, kita membangun masa depan ekonomi global yang lebih adil dan progresif,” ujar Tengku Zafrul, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri.