Olahraga

Mengenal Djenna de Jong, Bintang Muda Diaspora yang Gagal Membela Timnas Indonesia

JAKARTA

Nama Djenna de Jong sempat menarik perhatian penggemar sepak bola di Indonesia, terutama dalam konteks timnas putri. Pemain muda yang memiliki darah Indonesia-Maroko ini semula diharapkan akan memperkuat tim Garuda Pertiwi. Namun, belakangan ini ia memutuskan mundur dari proses naturalisasi setelah merasa diperlakukan secara tidak profesional.

Djenna Teddy Victory de Jong lahir di Belanda pada 14 September 2005. Walaupun masih berusia 19 tahun, ia telah merasakan kompetisi ketat di Eropa, termasuk bermain untuk klub besar Jerman, VfL Wolfsburg. Saat ini, ia bermain sebagai gelandang untuk NAC Breda yang berkompetisi di Eerste Eredivisie, liga wanita kasta kedua di Belanda.

Kecintaannya pada sepak bola telah tumbuh sejak usia muda. Karier profesionalnya dimulai bersama SpVg Aurich di Liga Belanda U-17 pada tahun 2021, di mana ia tampil dalam lima pertandingan. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Wolfsburg II—tim cadangan dari klub elite Bundesliga wanita—dan sempat bermain dua kali di Divisi Dua Jerman. Setelah hampir setahun tanpa klub, Djenna kemudian bergabung dengan NAC Breda pada April 2024.

Secara keturunan, Djenna memiliki hubungan dengan Indonesia. Ibunya berasal dari Indonesia, sedangkan ayahnya berdarah Maroko. Faktor ini membuat PSSI melihatnya sebagai calon pemain naturalisasi untuk memperkuat Timnas Putri Indonesia.

Pada pertengahan tahun 2024, Djenna menerima undangan trial dari PSSI bersama dua nama diaspora lainnya: Noa Leatomu dan Estella Loupatty. Ia bahkan mengikuti pemusatan latihan Timnas Putri di Jepang di bawah bimbingan pelatih Satoru Mochizuki. Dengan posisi alaminya sebagai gelandang serang—yang selama ini menjadi posisi kurang diisi di Garuda Pertiwi—Djenna diharapkan bisa menjadi tambahan yang berharga.

Namun, perjalanan menuju seragam merah putih ternyata tidak berjalan mulus. Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Djenna secara terbuka menyatakan mundur dari proses naturalisasi. Ia menyatakan kecewa dengan perlakuan yang tidak profesional selama proses tersebut, meskipun tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud.

“Saya tahu banyak yang bertanya-tanya mengenai perkembangan terkini dan mengapa saya sudah lama tidak memberikan kabar. Saya menerima banyak pesan mengenai ‘apa selanjutnya?’. Sekarang saya bisa mengatakan bahwa saya tidak akan melanjutkan proses dengan Timnas Indonesia,” tulisnya dalam bahasa Inggris dan Belanda di akun @djennadejong.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari publik. Bahkan, beredar kabar bahwa PSSI telah memasukkan namanya ke daftar hitam dan tidak akan lagi melibatkan Djenna dalam program timnas. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan bahwa Djenna de Jong tidak masuk dalam rekomendasi pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, untuk dinaturalisasi.

“Ini berasal dari permasalahan pemain-pemain yang ingin diproses naturalisasi. Namanya tidak masuk, mungkin, dan setelah kami cek, pemain-pemain ini intinya jika kami proses harus ada rekomendasi pelatih,” kata Arya dalam laman Instagram pribadinya, dikutip Rabu (23/4/2025).