Rusia Tetap Tegar Menghadapi Ancaman Sanksi Barat
Rusia Tetap Tegar Menghadapi Ancaman Sanksi Barat
MOSKOW – Rusia mengemukakan bahwa tekanan dari negara-negara Barat sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka, dan mereka tidak gentar terhadap ancaman sanksi dari negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, saat menanggapi ancaman sanksi dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa jika Moskow menolak gencatan senjata selama 30 hari dengan Kyiv yang dijadwalkan mulai berlaku pada hari Senin mendatang.
“Kami sudah mengetahui langkah-langkah yang akan diambil setelah sanksi diumumkan dan cara-cara untuk meminimalkan dampaknya,” ujar Peskov kepada jurnalis Pavel Zarubin pada hari Sabtu.
Baca Juga: Putin Usul Rusia-Ukraina Berunding Langsung Tanpa Prasyarat di Istanbul 15 Mei
Menurut Peskov, Rusia telah mengembangkan strategi-strategi efektif untuk melawan tekanan dari Barat. “Oleh karena itu, menakut-nakuti kami dengan sanksi tidak akan berhasil,” katanya, seperti disampaikan kepada BERITA88.
Pada hari Jumat, pemerintah Inggris mengumumkan apa yang disebutnya sebagai paket sanksi “terbesar yang pernah ada” terhadap Rusia, menargetkan jaringan transportasi minyak untuk mengurangi pendapatan energi Moskow.
Langkah baru ini mencakup hingga 100 kapal tanker minyak yang dimasukkan ke dalam daftar hitam, yang disebut Barat sebagai bagian dari “armada bayangan” Rusia, yaitu kapal-kapal tua yang beroperasi di luar sistem asuransi Barat.
Sejak konflik Rusia-Ukraina terjadi lebih dari tiga tahun lalu, pemerintah Inggris telah memberlakukan lebih dari 2.000 sanksi terhadap individu dan entitas Rusia.
Moskow menyatakan bahwa langkah tersebut tidak akan merugikan ekonomi Rusia, melainkan akan meningkatkan biaya energi dan inflasi di Eropa.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengusulkan gencatan senjata tanpa syarat antara Moskow dan Kyiv, dengan ancaman sanksi jika gencatan senjata tidak dipatuhi.
“AS dan mitranya akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut jika dilanggar,” katanya.
Pada bulan Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa total 28.595 sanksi telah dijatuhkan pada entitas dan individu Rusia dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak dari seluruh sanksi pada negara lain yang digabungkan.
Menurut Putin, Barat berupaya menghilangkan Rusia sebagai pesaing, tetapi justru ekonominya semakin kokoh di bawah tekanan.
