Resmi! Kekayaan Mineral Ukraina Siap Dikembangkan AS
Resmi! Kekayaan Mineral Ukraina Siap Dikembangkan AS
JAKARTA – Kesepakatan strategis antara Amerika Serikat dan Ukraina telah tercapai, memberikan jalan bagi AS untuk berkolaborasi dalam eksplorasi dan pengembangan sumber daya alam Ukraina, termasuk logam tanah jarang yang sangat berharga. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Menteri Ekonomi Ukraina, Yuliya Sviridenko.
Kesepakatan ini hadir di tengah upaya Ukraina mendapatkan jaminan keamanan dari Washington, yang merupakan bagian dari negosiasi damai potensial dengan Moskow yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.
Perjanjian ini memungkinkan Washington mengakses berbagai sumber daya alam di Ukraina, di saat yang sama AS mengurangi bantuan militer dan ketegangan meningkat akibat inisiatif perdamaian Trump.
Kesepakatan ini juga mencakup pembentukan Dana Investasi Rekonstruksi AS-Ukraina. “Presiden Trump membayangkan kemitraan ini sebagai tanda komitmen kedua negara terhadap perdamaian dan kemakmuran di Ukraina,” ujar Bessent dalam pernyataannya.
Namun, teks lengkap dari perjanjian ini belum diungkapkan. Sementara itu, Sviridenko menyatakan bahwa dana tersebut akan dikelola bersama oleh kedua negara “dengan dasar 50/50,” memastikan “tidak ada pihak yang akan dominan.”
Dijelaskan pula bahwa setengah dari pendapatan izin baru di sektor mineral kritis, minyak, dan gas akan dialokasikan ke Dana Investasi Rekonstruksi.
“Kepemilikan dan kontrol penuh tetap di tangan Ukraina,” tegas menteri Ukraina tersebut. “Negara Ukraina yang mengatur apa dan di mana harus dilakukan ekstraksi. Apa yang ada di bawah tanah tetap menjadi milik Ukraina, sebagaimana diatur dalam Perjanjian.”
Menurut Sviridenko, perjanjian ini tidak mengubah proses privatisasi atau pengelolaan perusahaan milik negara. Dia menambahkan bahwa perusahaan minyak dan gas besar seperti Ukrnafta dan Energoatom, operator pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina, akan tetap di bawah kendali pemerintah.

