Kunjungan Serdik Sespimmen Polri ke Solo: Apakah Ini Menandakan Hubungan Dekat dengan Jokowi?
Kunjungan Serdik Sespimmen Polri ke Solo: Apakah Ini Menandakan Hubungan Dekat dengan Jokowi?
JAKARTA – Kedatangan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri ke kediaman Joko Widodo (Jokowi) di Solo dinilai sebagai indikasi adanya hubungan dekat antara Korps Bhayangkara dan Presiden ke-7 Republik Indonesia ini. Pertemuan ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat tentang independensi kepolisian.
Pengamat militer Selamat Ginting mengutarakan pandangannya dalam sebuah siniar yang ditayangkan di kanal YouTube Refly Harun dengan judul Buntut Peserta Sespimmen ‘Matur’ ke Rumah JKW: Ganti Kapolri. Pernyataan ini disampaikan dengan izin dari Selamat Ginting.
Selamat Ginting mengaku terkejut dengan kunjungan tersebut, mengingat Jokowi tidak memiliki latar belakang militer atau kepolisian.
“Di bulan Syawal ini, di mana seharusnya kita saling memaafkan, publik tampaknya sudah tidak terlalu peduli terkait hubungan Jokowi. Namun, ketika peserta didik Sespimmen mendatangi rumah Jokowi, ini seolah membuktikan premis bahwa polisi memiliki hubungan yang sangat erat dengan Jokowi,” ungkapnya.
Jika kunjungan Serdik Sespimmen Polri bertujuan mempelajari kepemimpinan, mengapa hanya Jokowi yang dikunjungi? Terlebih lagi, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki latar belakang militer.
“Mengapa hanya Jokowi yang dikunjungi? Apakah Kapolri berani mengarahkan peserta didik Sespimmen Polri untuk bertemu dengan mantan presiden lainnya, seperti Megawati Soekarnoputri atau SBY? Orang bisa saja membandingkan bahwa terutama di Jawa Tengah, indikasi kedekatan polisi dengan Jokowi sangat terlihat,” tambahnya.
Dalam siniar berjudul Prabowo Akan Bersihkan Para Loyalis Jokowi yang ditayangkan di kanal YouTube 2045 TV, Selamat Ginting juga menyoroti masa jabatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah berlangsung cukup lama, yakni empat tahun. Menurutnya, Listyo Sigit merupakan Kapolri dengan masa jabatan terlama sejak era Reformasi.

“Usianya baru akan 56 tahun pada Mei nanti (2025). Di era Reformasi, beliau adalah Kapolri terlama. Apakah akan terus dipertahankan, mengingat masa pensiunnya masih dua tahun lagi,” ujar Selamat Ginting.
