Pengukuhan Tiga Profesor di Unika Atma Jaya sebagai Wujud Tridarma Perguruan Tinggi
Pengukuhan Tiga Profesor di Unika Atma Jaya sebagai Wujud Tridarma Perguruan Tinggi
JAKARTA – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya kembali mencatat sejarah dalam bidang akademik dengan mengukuhkan tiga Profesor, yaitu Prof. Dr. Siti Saadah, S.E., M.T. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Natalia Yeti Puspita, S.H., M.Hum., dan Prof. V. Selvie Sinaga, S.H., LL.M., Ph.D. dari Fakultas Hukum.
Prosesi pengukuhan ini berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Guru Besar pada hari Kamis (24/04) di Gedung Yustinus Lt. 15, Kampus Semanggi, Unika Atma Jaya. Acara ini dihadiri oleh keluarga, rekan-rekan, serta para Guru Besar Tamu dari berbagai institusi.
Ketiga Profesor ini menambah deretan akademisi yang memperkukuh posisi Unika Atma Jaya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, dengan kontribusi ilmiah yang signifikan bagi pembangunan di tingkat nasional maupun global.
Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), dan dipimpin oleh Ketua Dewan Guru Besar Unika Atma Jaya, Prof. Dr. Laura F. N. Sudarnoto.
Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), mengungkapkan rasa bangga dan harapannya terhadap pengukuhan ketiga Profesor ini.
“Pengukuhan ini bukan sekadar upacara formal, tetapi merupakan pengakuan atas dedikasi, komitmen, dan kontribusi nyata dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menjadi Guru Besar tidak hanya tentang mengajar, tetapi juga menjadi pemimpin pemikiran, penggerak pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembina generasi penerus. Semoga pengukuhan ini semakin mendorong terciptanya budaya akademik yang unggul demi kemajuan bangsa,” ujar Prof. Yuda.
Konglomerasi Keuangan dan Potensi Risiko Sistemik
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Siti Saadah membawakan isu penting bertema “Konglomerasi Keuangan dan Potensi Risiko Sistemik”.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap hubungan antara lembaga jasa keuangan dalam satu konglomerasi, yang dapat memicu krisis sistemik jika tidak diawasi dengan ketat.
