Surat Al Fatihah: Intisari dari Seluruh Makna Al Quran
Surat Al Fatihah: Intisari dari Seluruh Makna Al Quran
Surat Al Fatihah dikenal sebagai ibu dari semua surat dalam Al Qur’an. Bahkan, makna dari Al-Qur’an terwujud dalam tujuh ayat yang terkandung dalam Surat Al Fatihah. Surat yang termasuk dalam kelompok surat Makkiyah ini memuat pujian kepada Allah dan menyampaikan pesan kepada hamba-Nya agar tulus dalam beribadah.
Hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir Jalaluddin Al Mahally dan Jalaluddin As Suyuthi dalam Tafsir Ibnu Katsir & Jalalain: Referensi Shahih.
Ayat-ayat Al Quran ini juga menyinggung tentang hari pembalasan. Imam Ibnu Katsir Jalaluddin Al Mahally dan Jalaluddin As Suyuthi menafsirkan bahwa hal ini dimaksudkan agar hamba-Nya dapat memohon dan merendahkan diri kepada-Nya.
Oleh karena itu, Surat Al Fatihah juga dianggap membawa dua pesan utama, yaitu targib (motivasi) dan tarhib (peringatan). Targib mengarahkan manusia untuk melakukan amal shaleh, sementara tarhib mengingatkan untuk mengikuti jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Tafsir Surat Al Fatihah
Dalam Al Qur’an, ayat pertama dari Al Fatihah dimulai dengan bacaan Basmalah,
Ayat pertama
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Ada perbedaan pendapat mengenai tafsir dari ayat pertama Surat Al Fatihah ini, karena biasanya kalimat basmallah berfungsi sebagai pemisah antar surat. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah tidak mengetahui pemisah surat hingga diturunkanlah bismillahirrahmaniraahim.
Ibnu Abbas menyatakan seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa orang yang berpendapat bahwa ini termasuk dari Fatihah, berarti ia berpendapat bahwa membacanya harus terang dalam sholat, dan orang yang tidak berpendapat demikian, berarti membacanya secara sir (tidak keras).
Ayat kedua
Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
“Segala puji kepunyaan Allah” adalah ungkapan syukur yang hanya diperuntukkan bagi Allah Subhanahu Wata’ala dan bukan kepada ciptaan-Nya. Ini karena Allah telah memberikan nikmat kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, segala puji bagi Rabb kita, baik di awal maupun akhir.
Huruf alif dan lam pada kalimat ‘al hamdulillah’ dimaksudkan untuk mencakup segala jenis pujian yang menjadi hak Allah Subhanahu Wata’ala. Sebagaimana kata ‘Rabb’ yang hanya boleh ditujukan kepada Allah, bukan yang lainnya.
Ayat ketiga
Artinya: Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
Penyebutan Ar-Rahman Ar-Rahim menunjukkan tingkat intensitas yang sangat tinggi, mengisyaratkan bahwa Allah adalah pemberi rahmat di dunia dan akhirat. Istilah ‘Maha Penyayang’ digunakan khusus bagi kaum mukmin dan tidak boleh digunakan oleh hamba-Nya.
Ayat keempat
Artinya: Pemilik hari pembalasan
Dia, Allah, adalah pemilik dari hari dunia dan akhirat. Penyebutan Dia pada hari akhirat karena tidak ada seorangpun selain Allah Subhanahu Wata’ala yang dapat mengklaim akhirat sebagai miliknya, dan tidak ada seorangpun yang dapat berbicara kecuali dengan izin-Nya.
Ayat kelima
Artinya: Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.
